|
Ditulis Oleh songotelu
|
|
Saturday, 19 June 2010 |
|
Hanya bilik bambu tempat tinggal kita Tanpa hiasan, tanpa lukisan Beratap jerami, beralaskan tanah Namun semua ini punya kita Memang semua ini punya kita, sendiri
Hanya alang alang pagar rumah kita Tanpa anyelir, tanpa melati Hanya bunga bakung tumbuh di halaman Namun semua itu milik kita Memang semua itu milik kita,sendiri
Haruskah kita beranjak ke kota Yang penuh dengan tanya
Lebih baik disini, rumah kita sendiri Segala nikmat dan anugerah yang kuasa Semuanya ada disini
Boleh jadi penggalan lirik lagu dari GodBless itu sedikit banyak mewakili kondosional gubuk songotelu dot com. Meski pada akhir-akhir ini cenderung stagnant namun rasanya kurang afdol bila setiap gentayangan merambah dunia maya tidak melirik gubuk songotelu. Tidak ada yang istimewa dan tidak ada emas berliannya, namun keluarga besar generasi sego pecel kebanyakan telah menganggap songotelu.com sebagai tempat untuk memintal memori, tempat melebur kangen yang mengharu hati, tempat bersila untuk sekedar menggelar kenduri meski hanya secangkir kopi paste. Meski berasal dari gubuk yang sama, pada perkembangannya masing-masing anggota keluarga songotelu telah memilih dan menentukan jalan hidup semepet mungkin dengan angan-angan, dan tidak dipungkiri beberapa diantaranya ada kalanya meleset hehehe.... Tapi itu justru membuktikan dunia memang berputar bagaikan bola yang sekarang diperebutkan di stadion-stadion Afrika Selatan dalam moment Piala Dunia 2010. Kapan orang Indonesia ikut pesta perebutan bola itu? Kayaknya orang Indonesia masih suka menjadi penonton saja, seperti apa kata ibu-ibu " Wong gendeng! Bal sitok gawe rebutan!"
Alih-alih soal keberadaan Gubuk Songotelu pada beberapa hari yang lalu sempat tenggelam didangkalnya air Sungai Brantas, kini mak bedunduk nongol lagi berkat tangan dingin salah satu anggota keluarga songotelu yang menghabiskan masa kecilya di Desa Jimbe Kademangan Blitar. Sekarang beliaunya sedang mesam-mesem di Qatar membaca tulisan ini, hihihi... Suwun Mas...
|