|
Technology bener-bener membawa dampak yang cukup signifikan dan sudah gak perlu lagi aku tulis disini saking woakehe. Sekedar pingin berbagi kenangan pada 15 tahun yang lalu yang mana technology khususnya komputer belum sedahsyat masa sekarang.
SMA 1 Blitar merupakan sekolah panutan bagi SMA-SMA lainnya di Blitar. Adalah wajar bila segala sesuatunya harus selalu menjadi terdepan selain untuk kualitas pendidikan itu sendiri juga sebagai pelopor bagai SMA lainnya dalam mengemban tugas mencerdaskan anak bangsa.
15 tahun yang lalu, ketika kita diperkenalkan dengan yang namanya komputer oleh Pak Anang Sihono dan Mbak eh... Bu Juwati di salah satu ruangan sebelah barat ruang guru SMA 1 Blitar yang sering kita sebut laboratorium komputer. Kala itu yang ada dibenaku, komputer aku bayangkan layaknya makhluk hidup yang lebih pinter bin cerdas dari manusia, apalagi bagi diriku. Gembar-gembor perihal komputer sudah sering terdengar dan terbaca diberbagai media. Ditambah lagi deas-desus bahwa komputer dapat berfikir melebihi manusia wuih..... makin penasaran cenderung minder hihihiihi.... takutnya kita ketahuan kalau kita memang bego didepan komputer ..hiks!
Masuk ruang komputer atau laboratorium, sepatu harus dilepas, tidak boleh membawa makanan, apa lagi minuman, takutnya akan mengakibatkan sang komputer marah kemudian tidak mau hidup (rusak). Seolah-olah dia si komputer tahu dan bakal tahu apapun yang akan diperbuat siswa-siswi SMASA kepadanya. Karena di otak kita telah ditanamkan oleh Pak Anang bahwa komputer itu cerdas, pinter, canggih bisa berbuat apa saja melebihi kita yang bego-bego hehehehe...
Belum lagi kata Bu Juwati bahwa komputer kadang ada yang terkena virus... wuih.. jadi ngeri, takutnya tertular. Karena virus seperti yang diajarkan Bu Ainarlida, guru biologi dari Aceh yang mengajar kelas I, bahwa virus dapat membunuh manusia.
Pertama kali masuk ruang komputer, tidak ada satu pun dari kita yang berani berkutik, belum berani menyentuh tubuh komputer. Duduk pun berusaha tidak menyenggolnya. Seakan memandang pun harus dibuat sopan, takut dianya marah..hiks!
Ketika ada perintah dari Pak Anang, agar kita menyalakan komputer dengan menekan tombol powernya. Kita yang pada waktu itu, satu komputer untuk dua anak, tak terelakkan lagi rasa dag-dig-dug-der debar jantung kian cepat karena kita termakan oleh gambaran komputer sebelumnya, kita saling memandang teman satu bangku tanpa kata, menahan napas untuk menentukan siapa yang akan menjadi eksekutor menekan tombol power tersebut. Sampai akhirnya kita putuskan untuk sama-sama menjadi algojo penyala komputer. Yang satu menekan tombol power dan yang satunya lagi memegang tubuh komputernya (CPU), bila sewaktu-waktu ada kesalahan, biar dua anak yang menanggungnya. Sungguh suatu beban jiwa yang maha berat...hihihi... ( komputer sialan ! )
"Cenitt..!" suara komputer menyala cukup mengagetkan kita, meski suaranya lirih, masih kalah nyaring dengan suara bel becak depan sekolah, tepatnya pertigaan timur SMA, yang bunyinya "Therrr...therr..!" Namun suara "Cenitt..!" itu membuat kita makin penasaran, bagian mana yang bunyi ya? Wah.. bener-bener ini makhluk aneh, benar kata Pak Anang, komputer memang canggih! Wong pesawat radio saja bila dinyalakan tidak ada suara "Cenitt..!"-nya, ini berarti bisa 1000 x lipat canggihnya!
Tu bi kontinyut.... bag II ( lek eling )
|