|
Ditulis Oleh kimung
|
|
Wednesday, 24 September 2008 |
|
Dulu Rumah Romi CT adalah jadi tempat berkumpulnnya/Base Camp cah2 genthong maklum rumahnya berada di depan pintu masuk timur SMASA, hampir tiap hari selalu ada saja yang cangkruk disitu, pagi sebelum masuk sekolah biasanya ada aja yang ribut cari sesuatu atau ribut ngerjakan tugas / PR, apalagi kalo hari senin menjelang upacara biasanya ribut cari pinjaman topi, dasi, kaos kaki dsb. Bila siang hari sepulang sekolah cah2 biasa cangkruk dulu di halaman rumah sambil melihat lihat cewek2 adik kelas, Bila malampun ada aja yang datang biasanya setelah isya’ untuk nanyakan tugas atau bahkan sekedar cangkruk bermain gitar. Sudah menjadi Kebiasaan buruk cah2, kalo ada makanan kebiasaan nomor satu adalah berebut paling duluan sedangkan kalo ada sesuatu yang berbau harus bersusah-susah dahulu maka pada males. Misalnya kalo disuruh beli gorengan, tidak ada yang mau berangkat tapi kalo datang satu kresek gorengan maka dalam waktu sekejap langsung ludes. Seperti juga kalo lagi mecah buah durian tidak ada yang mau, tapi semua berkerumun dalam posisi siap untuk berebut bila ada seseorang yang susah payah mengambil resiko menantang duri dan bahkan tidak jarang yang mecah berdarah terkena duri akan tetapi malah tidak kebagian buahnya, tapi itulah serunya seni rebutan. Demikian juga tidak ada yang mau bikin kopi, lebih baik satu cangkir di minum bersama bahasa kerennya join, bukan karena tidak mengerti akan pentingnya kesehatan atau rasa jijik bekas orang lain akan tetapi alasan yang paling tepat adalah malas. Tak jarang yang sudah susah-susah masak air hingga mendidih kemudian menyeduh kopi dia hanya minum beberapa seruputan saja karena yang lain ikutan juga meski satu seruput tapi yang ikutan banyak. Suatu malam Romi sebagai tuan rumah mungkin malas atau sedikit jengkel kalo dia terus-terusan yang bikin kopi, dimeja depan ada secangkir kopi tadi pagi yang hanya tersisa ampas / cethe-nya dan kebetulan dia lagi mengisi ulang tinta spidol warna hitam maka terbersit ide buruk untuk mengisi cangkir tersebut dengan cairan tinta ditambah sedikit air biar encer dan diaduk, supaya lebih hangat cangkir yang terbuat dari stenless tersebut diletakkan diatas heater penghangat kecil biar terjaga kehangatannya agar supaya tidak ada yang curiga kalo itu adalah kopi yang baru dibuat karena masih hangat. Sambil nonton TV, Romi menunggu dengan penasaran siapa yang akan jadi korban. Datanglah Andy kabul yang maniak kopi ia pikir lumayan baru tiba kok kopi sudah tersedia, belum sempat duduk dia sudah langsung menyambar cangkir kopi tersebut tanpa basa-basi dan langsung meminumnya tanpa curiga hmmm…… mungkin dalam benaknnya kok rasanya beda tapi tetap aja ditelan tidak dimuntahkan / disemburkan (memang dia lebih suka kalo kopi gulanya dikit sehingga rasanya agak pahit). Dan saat kabul meringis dan giginya kelihatan hitam langsung semua yang ada ketawa cekikikan. Bahkan Ibunya romi yang berada di kamar baru mau akan tidur sempat melihat hal itu dari pintu kamar yang terbuka setengah ikut tertawa terpingkal-pingkal sampai keluar air matanya sambil berjalan keluar dan berucap “ora lho… cah2 iki kok yo ono-ono wae…”
|