|
Pengajian 93 - Bag III (habis) |
|
|
|
|
Ditulis Oleh kimung
|
|
Friday, 26 September 2008 |
|
Hierarki Ustadz Sebagai kyai utama kang Syarif berusaha bisa istiqomah memberikan tusiyah namun halangan pasti ada aja seperti saat menjelang lebaran biasanya kang syarif harus mudik ke lampung untuk bertugas melatih gajah bermain sepak bola maka posisi ustadz digantikan oleh gus Fahmi dengan gaya penuturan yang bersemangat manyala-manyala seperti saat mimpin demo waktu masih mahasiswa dulu. Akhirnya menjadi masalah yang serius dan cerita menjadi lebih menarik ketika kang Syarif absen sedangkan gus fahmi tidak bisa hadir yang biasanya dikarenakan di kuasai oleh Fir’aunnah (dibaca: jadi tahanan rumah mbok nom). Siapakah yang akan memberikan materi pengajian??
Bertepatan dengan pak yani lagi umroh, pengajian diadakan dirumah yoyok. Setelah nunggu beberapa lama gus fahmi tidak hadir maka entah apa maksudnya Aris BJ berakting seperti pertapa yang sedang bertelepati (duduk bersila, badan tegak, mata agak ngriyip sambil 2 jari tangan diletakan di kening seperti jurus kungfu) dan mencoba meramalkan seseorang yang telah membantu pak yani mencium hajar aswad katanya orangnya tua, berjengot putih dan memakai jubah putih padahal dari cerita pak yani orang yang dimaksud adalah cleaning servis yang memakai seragam. Semua jadi ketawa terpingkal-pingkal melihat bualan Aris BJ dengan gayanya yang sok dukun hehe…. Tidak hanya sampai di situ kelucuan itu, Semua peserta pengajian di hakimi dengan diramal satu persatu mulai dari imam yang bila dilihat garis telapak tangannya dipastikan seminggu 3X onani, Novan yang karena takut bila menghadapi perempuan dikatakan impotent dst, yang tentunya ramalan tersebut tidak satupun yang cocok tapi biarlah nggak usah ditanggapi serius, yang penting bagi teman-teman bisa ketawa sampai perut sakit itu sudah bisa menghilangkan stress cocok/matching dengan Aris BJ yang kira-kira mendekati stress dan dari kejadian itulah semua sepakat Ustadz No.3 adalah Aris BJ. Pernah suatu ketika kang syarif dan gus fahmi tidak bisa hadir maka cah2 sepakat supaya BJ jadi kyainya dan ketika pengajian dimulai semua yang hadir terdiam dan menyimak tausiyah yang disampaikan kyai No.3 bukannya menyimak mendengarkan materi akan tetapi semua menunggu kalo ada kesalahan ucapan atau opini dan sebagian yang lain mungkin diam supaya cepat selesai. Ternyata hal yang di tunggu-tunggu terjadi, ada kesalahan yang akhirnya bikin meledaklah tawa teman-teman yang ada puuaassss rasanya……
Urutan ustadz berikutnya yang ke 4 adalah Suko dulu jurusan A4 (bahasa). Cerita berawal ketika jamaah pengajian dapat surat kaleng dari seseorang yang semua teman pasti sudah tahu orangnya tapi hanya disimpan di dalam hati takut kalau melukai perasaan. Diakhir pengajian surat tersebut dibacakan dengan gaya bahasa jawa yang mlipis beserta petuah-petuah yang agung, intinya supaya pengajian diharapkan lebih bisa serius dan materi yang disampaikan lebih berbobot (ngaji antep), apa yang terjadi kemudian adalah malah jadi bahan cemoohan / guyonan. Lha wong memang pengajian ini di desain bukan untuk pengajian dengan materi ringan tidak terlalu serius yang penting silaturohmi lebih tepatnya reuni, maksutnya kalo mau benar-benar menginginkan pengajian yang bener-bener serius ya ke ponpes. Makanya kalo hadir di pengajian ini tidak usahlah terlalu serius tapi kalo di anggap serius juga boleh tapi bersiap-siaplah legowo karena berhadapan dengan orang2 yang stress maka anda bisa ketularan stress.
Baca juga artikel terkait: Pengajian 93 – Bag II Pengajian 93 – Bag I
|