|
Ditulis Oleh kimung
|
|
Friday, 26 September 2008 |
|
Tanyakan saja pada Hermawan alias gendut kenapa celana biru seragam sekolahnya ditulisi H&R, apa itu adalah brand pakaian ternama Hanni&Robets? Tentu bukan karena yang ini adalah brand lokal karep-e dw yang berarti Hermawan&Ratna. Semua sudah tau kalo hermawan begitu mengagungkan tata (Ratna Yoherlita). Sering kali kala sore dia ke rumah wahyudin (udin Mansur) di daerah aloon2 conthong cabean dekat rumah tata, untuk ngembalikan buku catatan atau hanya sebuah penghapus yang dipinjamnya bahkan tak jarang sekedar lewat depan rumahnya. Suatu ketika tata akan pergi ke malang dengan kereta api penataran paling pagi jam 5. Maksud hati gendutpun ikut mengantar kepergiannya maka supaya tidak bangun kesiangan maka dibela-belain tidur di rumah Romi CT (depan SMASA), Dengan terburu-buru dia berangkat ke stasiun kota blitar diantar oleh Ari (adik Romi CT) naik sepeda motor (ari berpikir bahwa Gendut akan pergi ke malang sendirian). Sesampainya di stasiun ternyata kereta api baru saja berangkat maka disuruhlah Ari ngantar ke stasiun garum demi mengejar kereta (Dalam benak Ari mungkin ada sesuatu barang tata yang ketinggalan dan gendut akan menyampaikannya padahal kenyataannya tidak) meski agak ngebut akan tetapi kereta telah lepas dari stasiun garum. Tanpa pikir panjang suzuki tornado digeber abis menuju ke stasiun berikutnya. Dengan tergesa gesa Gendut pun turun di stasiun talun ketika denting bel telah berbunyi tanda kereta akan diberangkatkan, Gendut berdiri tegap di dekat rel kereta sambil mengamati dengan teliti tiap jendela gerbong yang begitu panjang dan anehnya matanya seperti memiliki sensor cinta sehingga dengan mudah menemukan dimana tata duduk di dekat kaca sedang memandang keluar jendela kereta yang mulai berangsur-angsur berjalan cepat. Merekapun saling berpandangan dalam radius beberapa meter (agak jauh) dan Gendut pun melambaikan tangan setelah itu keretapun berlalu, momen “Just say Goodbay” itu hanya terjadi sebentar saja akan tetapi maknanya begitu dalam bagi Gendut. :) Sayangnya rasa itu tak pernah terucap.. memang hal yang satu ini (ucapan I love You) adalah sakral dan tidak gampang terucap dimasa-masa seusia itu. Hingga tibalah pada saatnya datang undangan pernikahan tata (lupa tahunnya), dengan bersemangat dan sok tegar (atau itu hanya untuk menutupi kekecewaannya) mengajak teman-teman untuk ramai ramai menghadiri acara resepsi tsb. Kalo pak Agus bilang, gendut ini ngajak teman-teman hanya untuk jaga-jaga kalo dia pingsan maka ada yang nolong ngangkat badannya yang besar maka harus banyak teman yang ikut. Akhirnya ketegaran yang semula nampak, baru kelihatan isi hati yg paling dalam, dia sadar kalo lebih baik tidak menyaksikan peristiwa yang membuat perasaannya teriris-iris. Karena bersimpati maka Wahyudin, Bejo (dedy Ahmad) dan Kimung berniat menculiknya pada saat hari H pernikahan tersebut untuk kami ajak ke pantai Tambak rejo Blitar Selatan biar setidaknya terselimurkan. Kami pun pesan makanan ikan asap yang banyak beserta sambel kecap dan nasi hangat. Kami pun heran Gendut yang biasanya jago makan hari itu hanya makan sedikit saja, alasannya sambelnya terlalu pedas. aneh….??? Selesai makan kami mendapatinya dia menyendiri duduk termenung di sebuah batang pohon waru di tepi pantai dan kami pun menghampirinya dengan menanyakan kenapa kok makanannya tidak dihabiskan? Tampa menatap wajah kami diapun melihat jam dan berucap “saat ini tata lagi di rias” Langsung saja kami bertiga ketawa guling-gulingan di pasir pantai, kami kira kalo dia sudah lupa ternyata……
|