|
Awal-awal masa pengajian belom banyak pesertanya paling tidak sampai 10 orang kadang 7 orang atau bahkan 4 orang tapi tetap jalan dan alhamdulillah kian hari kian bertambah jumlah teman2 yang bergabung. Sudah menjadi adat/kebiasaan bila hari selasa malam rabo menjadi hari yang ditunggu-tunggu bukan saja karena ngaji yang akan menambah ilmu tapi lebih karena bisa kumpul dengan teman lama itu adalah kepuasan tersendiri. Waktunya sich setelah isya’ tapi jam 20.30 baru ada beberapa yang datang biasanya ngobrol dulu sambil nunggu yang lain hingga kadang mulai ngaji jam 21.30. Kang syarif memang memiliki selera humor yang lumayan sopan tapi menjengkelkan, dia awal-awal pengajian biasanya dia ngetes cah2 untuk membaca quran dimulai dari surat –surat pendek, semua dapat giliran satu per satu tujuannya baik sich untuk memperbaiki cara baca lafadz yang baik dan benar Setelah beberapa bacaan kini giliran Aris BJ kebagian membaca surah an-nas, dengan pede sepertinya dia yakin kalo pengucapannya baik dan benar, semua menyimak dengan serius sehingga suasana jadi hening. Mulailah BJ membaca Bismillah kemudian membaca ayat pertama: “qul audu billah himinash shayitonirojiim” (padahal seharusnya terbaca qul audu birrabin nash) huakakakakakakaa……. Semua langsung ketawa sekeras kerasnya sambil memegangi perut yang sakit karena kejang selama berberapa menit dan bahkan sampai air mata keluar seperti saat menangis. Akhirnya acara qiroah tidak dilanjutkan karena suasana malah jadi suasana agak tegang sehingga ada aja alasan untuk escape, dimana seringkali banyak aja alasan seperti alasan perut mules biar bisa ke belakang agak lama, ada yang nelpon berjam-jam sampai acara nderes selesai, bahkan ada yang lebih baik datang terlambat/ datang lebih malam karena pasti masih kebagian guyon dan banyak alasan yg lain yang malah bikin pengajian ini tidak bisa berkembang dari sisi jumlah jamaah yang bisa dirangkul
|