
Paiton, desa/kecamatan kecil tepatnya 45km sebelah timur kota Probolinggo. Bagi kita mungkin banyak yang masih merasa asing, “ deso ndi sih kuwi ? apane Nglegok atau Sanan Kulon ?” Akupun dulu hanya tahu bahwa Paiton itu adalah PLTU, itupun tahunya dari pelajaran IPS di SD. Selebihnya tidak sama sekali.
Baru setelah nyambut gawe golek suket nang kene aku baru familier karo jeneng Paiton. Di Paiton memang ada PLTU. Jaman dulu hanya ada 2 unit yaitu unit 1&2 @350MW milik PLN. Sejalan dengan perkembangan waktu, sekarang sudah ada unit 5&6 dan 7&8 yang masing-masing unit berkapasitas 650MW, bahkan sekarang lagi dibangun project untuk unit 9. Kesemuanya itu dikelola oleh swasta.
Paiton adalah daerah pesisir pantai tepatnya pantai utara Pulau Jawa. 90% masyarakatnya menggunakan bahasa Madura untuk komunikasi sehari-hari. Meskipun 10th lebih tinggal di sini, semenjak masih bujang sampai beranak 2, aku belum menguasai bahasa Madura. Cuman logatnya saja yang kadang secara otomatis ngikut logat Mbok Bariyah tsb karena bagaimanapun juga aktifitas sehari-hari tidak pernah terlepas dari native person, mulai PRT, tukang kebun, pedagang di pasar, teman anak, sampai OB dan driver di kantor.
KULINER DI PAITON

Belum lengkap rasanya di smasa93 kalau gak bahas makanan. Kalau di Blitar makan udang, cumi, dan segala macam ikan laut agak-agak sulit dan tergolong cukup mahal, di Paiton sebaliknya. Beberapa jenis ikan laut jadi makanan yang sangat mudah didapat. Mulai ikan kakap, kerapu, putihan, udang, cumi, kerang, ada semua.
Dan kalau ngomongin warung makan di Paiton jangan sampai gak ngomongin ”Warung Pak Tjip”. Posisinya di atas gunung, di bawah SUTET, dan di seberang GITET. Jaman dulu orang-orang proyek sering nyebut dengan warung fretelin, karena u/ nyampai ke warungnya yang terbilang sangat sederhana ini harus naik beberapa anak tangga di lereng bukit. Menu andalan adalah ikan laut goreng, udang, cumi, lalapan, dan pastinya sambel...!!!Wis jan tuoop tenan warung iku. Banyak tamu dari luar kota yang merasa wajib mampir ke Warung Pak Tjip jika ada job di Paiton.
Teman-teman smasa93 yang kebetulan lagi perjalanan darat ke Bali dan pengen ngerasakan makan di Pak Tjip sambil lihat pemandangan PLTU dan jalan pantura silahkan kontak aku saja, nanti aku antar kesana asal tidak malam hari (karena warungnya tutup jam 4 sore) dan hari Minggu (tutup). Dan yang penting, jangan tanggal tua...!!! karena kalkulatornya Pak Tjip rusak, jadi kalau ngasih harga sering ngawur...hehehe..
Satu lagi ada warung makan favorit, yaitu Depot Blitar. Dari namanya saja mewakili jenis masakan kampung halaman kita. Sayur lodeh puedess, mulai rebung, tewel, terong, dan kacang. Warung ini ada di kec. Besuki, jadi kalau dari PLTU masih terus ke timur sebelah kiri jalan. Pemiliknya sih katanya memang orang Blitar.
Kalau masalah rasa lumayan uenak, tapi masih kalah dengan masakannya Bu Martumi apalagi pedesnya dan harganya yang tidak murah. 1 porsi kecil sayur lodeh ’thok’ dihargai 7500, sedangkan di Martumi 2000 rupiah wis oleh sak panci! Jadi kalau ada yang nraktir aja makan di Depot Blitar...