ImageSoegeng Rawoeh wonten ing wisma aloemni SMAN 1 Blitar tahoen 1993. Minangka damel ngeraketaken saha nambahi raos sih katresnan toemprap sesami aloemni'93, pramilo kanthi nyoewoen pangestoenipoen, moegi-moegi songotelu.com saget maringi manfaat ing dalem njengkoejoeng saha ngoeri-ngoeri pasedoeloeran aloemni'93 meniko, noewoen !
 

Depan arrow Coretan 93 arrow Coretan 93 arrow Menengok Pengrajin Tembikar Blitar
Menengok Pengrajin Tembikar Blitar PDF Print E-mail
Ditulis Oleh Shoim   
Monday, 10 November 2008
ImageMelepas kebiasaan nganggur dirumah, iseng jalan-jalan ke daerah Kademangan. Semula tujuannya adalah ke Candi Simping tempat abu Raden Wijaya disemayamkan. Berangkat dari base camp Jl. Pamenang, aku bersama Yoyok meluncur ke arah selatan. Namun tidak langsung menuju candi simping, kami singgah dulu kesebuah dusun pengrajin tembikar, dusun Precet Kelurahan Kademangan.
 

Karena tidak ada satu pun kenalan disana, kami berkeliling dulu di dusun tersebut. Meski tidak seluruhnya tapi nampak di pelataran-pelataran rumah warga ada berbagai macam tembikar yang di jemur ( pepe ).

Sampai pada sebuah rumah warga yang mana di pelataran rumah tersebut ada semacam gerai untuk menjajakan berbagai jenis tembikar. Mulai dari blengker, pot, gentong, sampai guci yang telah di cat warna-warni terlihat tertata rapi disana. Namun sayang, penghuninya tidak ada yang muncul meski pintu rumah terlihat terbuka. Kami hanya sempat melihat-lihat sambil beberapa kali memotret hasil kerajinan tersebut.

Setelah puas melihat-lihat tembikar di gerai tersebut, kami putuskan untuk kembali ke jalan yang telah kami lalui dari awal menuju ke rumah warga yang tadi terlihat sedang membuat tembikar. Memang ada beberapa yang sedang membuat tembikar yang rata-rata orangnya sudah tua alias wis embah-embah.

Berhentilah kami pada rumah yang nampak sorang mbok-mbok sendirian di teras rumah sederhana. Beliau nampak sedang memutar-mutar alat dari kayu yang diatasnya sudah terdapat seonggok tanah liat (lempung). Ketika kami permisi untuk diperkenankan melihat cara membuat tembikar, " Monggo mas, ngapunten lho nggone rusuh" kata Si mbok itu.

Aku jadi ingat film GHOST yang dibintangi Demi Moore, ketika adegan membuat guci bersama kekasihnya hehehehe...

Setelah berbasa-basi seperlunya, kami tahu nama mbok itu adalah Mbok Soerip bukan Mbok Demi Moore. Masih sambil bekerja, beliau menjelaskan langkah-langkah membuat tembikar mulai dari pengadaan tanah liat yang seharga RP. 8000,- per geledekan ( skitar 1 kibek ) sampai macam-macam atau jenis tembikar yang bisa dibuat dari tanah lempung di dusun Precet tersebut. Sementara saat itu beliau sedang membuat tembikar jenis penggorengan kopi. Bentuknya mirip wajan. Bila nanti sudah dibakar masih kata mbok Soerip harganya mencapai Rp. 5000,- perbiji. " Lumayan mas, kenek gawe tuku bumbon, ora ngejibne duit blanjan teko wong lanang tok".

Ketika aku tanya perihal pemuda-pemuda dusun Precet, kata Mbok Soerip, " Kabeh podo lungo mas, nyang luar negeri". Memang dusun itu terlihat sepi dari nom-noman, beberapa kali memang terlihat anak muda yang lewat, namun nampaknya dari dusun sebelah, dusun Jaten. Adalah wajar bila pemudanya lebih memilih untuk menjadi TKI, kalau pun bertahan di dusun itu, tentunya tidak jauh hanya akan menjadi pengrajin tembikar. Seperti anak-anak Mbok Soerip pun juga telah pergi meninggalkan dusun Precet.

Setelah puas melihat Mbok Soerip membuat penggorengan kopi yang kalau dihitung-hitung, beliau membutuhkan waktu kurang 20 menit setiap biji-nya dan bisa mencapai 40 biji per hari, tergantung cuaca dan kerjaan rumah lainnya. Karena memang beliau membuat tembikar hanya untuk tambah-tambah uang dapur, kecuali memang ada pesanan beratus-ratus tembikar serupa dari orang kota Blitar dan sekitarnya.

Sebelum perjalanan kami lanjutkan ke candi Simping, kami singgah dulu Warung Bu Tut. Selatan pasar Kademangan persis. Setahuku sejak SD warung Bu Tut tidak pernah sepi. Seperti hari itu pula, begitu kami masuk harus antri untuk sekedar mendapatkan kursi. Belum lagi menunggu layanan pesanan kami soto dan rawon. Bagi Yoyok, baru pertama kali makan di warung itu, bagiku ya sudah sering, karena memang menurutku rasanya paling dahsyat se-Kademangan.

ImagePuas menyantap makanan, kami langsung meluncur ke Sumberjati, tempat Candi Simping. Seperti biasa kami telah asyik motret-motret candi layaknya sejarahwan, padahal nol potol. Ketika lancang membuka-buka buku tamu, kebetulan waktu itu tidak ada seorang penjaga pun, terlihat ada beberapa yang telah menulis di buku tamu, yang rata-rata justru dari luar Blitar, seperti Malang, TulungAgung dan Kediri, bahkan Surabaya dan Jakarta.

ImagePerjalanan kami lanjutkan ke Arca Ganesha, Dusun Boro, Desa Tuliskriyo. Dulu arca Ganesha bisa dilihat dari jalan, sekarang sudah sulit melihatnya karena disekeliling arca sudah penuh bangunan rumah warga. Sebelumnya, disamping arca Ganesha yang berupa gajah, ada sebongkah batu yang diukir menyerupai kepala butho, namun kini sudah hilang di curi orang beberapa bulan yang lalu. Sementara arca Ganesha sendiri nampak pula ada beberapa bagian yang grempil serta hilang, termasuk gading arca yang sudah patah, ternyata menurut Mas Mamik yang sekarang juru kunci Arca tersebut, kondisi yang demikian itu menurut keterangannya memang pernah ada tentara Jepang yang berusaha merusak arca tersebut, sehingga sekarang sudah tidak sempurna lagi arca itu.

Mudah-mudahan mbah Ganesha enggak hilang dicuri orang seperti kepala butho disampingnya yang telah raib. 

 

Comments
W.W   |Administrator |2008-11-10 10:34:02
aku terus terang menikmati liputan2 model ngene iki mas ..
suwun banget ya .bos
..
Maaf... hanya anggota yang bisa memberi komentar!

3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev   Next >

Advertisement
Obrolan Songo Telu
Latest Message: 9 months, 1 week ago
  • coim : Sabar Dik... sik podo loro bronto! hahahaha...
  • Dadik : sad
  • Dadik : ojo dijarne jar koyok ngene.....
  • Dadik : ayo.... omahe di endangi barang to cah.....
  • dodo : heeh
  • dodo : stolfeste...
  • sigit : dengaren aku mlebu... hehe
  • sigit : sepiiiiiiiiii
  • W.W : onok Gung,  metune lek wes sampean login
  • agung : Aku nggoleki scan-an buku alumni, perasaan dhisik ono nang galery foto, saiki kok nggak ono yo?
Please Login to shout..
Tempat Login
Menune 93
Depan
Coretan 93
Cerita Cerita Lucu
Cerita Dari Rantau
Anggota 93
Links
Daftar
Total Pengunjung