|
Ditulis Oleh kimung
|
|
Saturday, 13 December 2008 |
|
Hari minggu selalu menjadi hari yang ditunggu-tunggu karena libur adalah saatnya melepaskan penat setelah enam hari lamanya bergelut dengan pelajaran, tugas, pr dst. Biasanya hari sabtu sepulang sekolah sudah mereka-reka rencana akan kemana esoknya dan sekalian buat janjian dengan teman. Begitu pula dengan Andy Kabul dan Theo yang telah berencana mancing sebagai kegiatan refreshing kegemaran mereka berdua. Menyiapkan peralatan pancing dan mencari cacing sebagai umpan pun mereka lakukan di sore harinya sebagai persiapan untuk keesokan harinya. Kabul pun berangkat pagi-pagi dari rumah dengan sepeda motor astrea prima yang telah di inden dari ayahnya kalo mau dia pakai hari minggu dimana beliau libur mengajar. Setelah menghampiri theo maka berangkatlah mereka ke bendungan karang kates kecamatan selorejo blitar yang berbatasan dengan kabupaten malang. Kegiatan melempar kail sejauh-jauhnya di waduk yang begitu luas sepertinya merupakan simbol dari pelampiasan membuang kepenatan. Tidak hanya satu atau dua pancing yang tapi banyak pancing yang dipakai dengan harapan memperbesar probabilitas untuk mendapatkan ikan. Tapi ternyata dalam dunia pancing-memancing besarnya probabilitas adalah berbanding terbalik dengan nasib. Karena setelah sekian banyaknya umpan yang di tebar dan sekian lamanya menunggu ternyata tak satupun ikan yang didapat, kebayang betapa nelangsanya dan pupusnya harapan untuk pulang membawa ikan. Hal tsb diperparah dengan hujan yang turun sehingga pakaian mereka basah kuyup. Tapi Theo beruntung ketika celana panjangnya basah tapi dia masih memakai rangkapan celana pendek yaitu celana olah raga warna biru bermerk puma yang mana ujungnya agak longer lebih mirip seperti celana boxer yang biasa dipakai petinju maka ditanggalkanlah celana panjangnya yang basah. Dengan tangan hampa dan kondisi yang sudah sangat letih maka merekapun pulang. Kebetulan rute perjalanan pulang lewat garum maka Kabul pun memutuskan untuk mampir ke rumah Sally, sengaja memang ingin istirahat tapi apabila tuan rumah sudi memberikan suguhan itulah sebenarnya yang diharapkan karena memang uang saku yang pas-pasan sudah habis karena sesunguhnya uang saku hanya cukup untuk beli bensin. Ketika dipersilahkan masuk dengan sedikit berbasa-basi maka tak lama kemudian selly pun menyuguhkan minuman. karena letih maka theo pun duduk di kursi dengan posisi setengah merebahkan badannya dengan kaki menopang ke kaki meja yang agak tinggi dan menyandarkan kepalanya di sandaran kursi kelihatan betapa capeknya dia. Kabul yang duduk di samping theo dan persis didepannya duduk berhadapan dengan sally, berkata sambil menunjuk ke arah celana theo, “Yo.. salakmu yo…..!” Ternyata tanpa disadari celana theo yang begitu longgar dengan posisi sedemikian itu maaf… anunya theo kelihatan dengan jelas dari arah depan agak kesamping (serong) tepat posisi sally duduk. Sadar akan kejadian ini maka theo pun memperbaiki posisi duduknya dengan perasaan yang sangat malu kelihatan dari mukanya yang memerah. Sedangkan Kabul cengar-cengir seolah-olah menang setelah mempermalukan theo di hadapan sally. Sally pun masuk ke dalam dan terdengar dari dalam suara cekikian kikikikikk… tak lama setelah itu maka pamitlah mereka pulang, theo pun ngeloyor keluar dan lupa menghabiskan minumannya
|