|
Ini bukan cerita tentang reuni alumni smasa Blitar (yg mungkin akan diceritakan lebih akurat dan komplit oleh teman-2), tetapi lebih kepada reportase petualangan kuliner tgl 29 Desember 2008 di kediaman KH Akbar dan Bu Nyai Icha.  Team Reuni Depok Seperti sadar bahwa duren adalah sebuah suguhan spesial, pada saat kedatangan saya dan keluarga jam 12.15 di Tempat Kejadian Perkara (TKP), sosok duren belum dimunculkan. Yang sudah muncul adalah Mas Setyohadi beserta istri dan Mbak Vera beserta suami & anak, dan tentunya Shahibul Ba'it KH Akbar dan NYai Icha. Mas Setyo dan Mbak Vera sudah ada di TKP sejak satu jam sebelumnya. Setelah sholat Dhuhur di Masjid dekat rumah, mulai terdengar deringan telpon yang menanyakan arah menuju Pesona Depok. Kurang lebih 10 menit kami menunggu di Masjid itu hingga kemunculan Mas Wahyudin beserta istri, Mas Bagus Londo, dan Mbak Elly Ernawati beserta kakak. Mas Dadik dikabarkan tidak bisa datang karena kondisi emergency yaitu anak beliau harus ke dokter karena demam.
Durian
Duren yang dingin dikeluarkan dari kulkas setelah semua Pelaku Kejadian sudah komplit dan tentunya disambut dg antusias, bukan hanya oleh Bapak-2, tetapi juga para ibu-2nya. Karena tersaji dalam kondisi telah dikupas (yg memudahkan kami menikmatinya), maka saya tidak bisa memastikan apakah ini jenis montong. Tapi, yg pasti bukan duren bangkok, krn dagingnya sangat manis, legit dan tipis, dan akibatnya tanpa menunggu lama, sajian ini tandas dari atas piring dg pasrah pindah ke pencernaan Pelaku Kejadian. Tiktok Setelah ngobrol ngalur ngidul, terutama gosip-2 teranyar BCL & Asraf, foto-2 duo Azhary (pokoknya gosip yg gak pernah ada di mailing list atau shout box songotelu.com hehehe), Shahibul Ba'it mempersilahkan untuk mencoba sajian khas masyarakat Depok, Tiktok goreng dan bakar beserta sambel terasinya yg uenak. Tiktok sering dianggap sbg daging bebek, tetapi tidak berminyak, kering dan gurih seperti ayam kampung, tapi tetap mempertahankan daging yang tebal dan ukuran yg lebih besar daripada ayam. Tiktok goreng lebih banyak menjadi korban krn gurih renyahnya begitu menggoda. Saya perhatikan, semua dengan lahapnya mencoba sajian ini, bahkan „ngrikiti" hingga tersisa hanya tulang-2 kecil. Kenikmatannya adalah saat dagingnya yang tebal di-"coel" ke sambal terasinya...mmm..mantab... Bika Ambon dan Bolu Medan Meranti Walaupun namanya Bika Ambon, ini adalah makanan khas Medan yg dibawakan oleh Mas Wahyudin. Terdiri dari rasa Pandan dan Keju yang sangat lembut dilidah menenangkan rasa gurih dari Tiktok. Merknya adalah Zulaikha. Meranti adalah sejenis bolu yg terdiri dari berbagai macam rasa , mulai dari blueberry dan nanas (yg disuguhkan setelah makan tiktok) dan moka, coklat, straberry, dan keju (yang dibawakan pulang untuk oleh-2). Special thanks to Mas Wahyudin yang membawakan semuanya langsung dari Medan satu kardus penuh (!!!!) Bakso Ini bukan sembarang bakso. Sekali coba, dijamin akan minta tambah satu mangkok lagi. Karena pembuatnya (MBak Vera) merahasiakan proses pembuatannya, maka saya tidak bisa bercerita banyak ttg asal muasalnya. Hanya faktanya, saya dan anak habis dua mangkok masing-2. Duku, Kue-2 kering & basah, dan es degan Duku ini adalah oleh-oleh KH Akbar & Bu Nyai Icha dari Jambi. Rasanya manis banget dan guede-guede, suguhan ini juga ludes kami bawa pulang. Kesemuanya menu di atas menemani semua pembicaraan kami ttg masa-2 di SMA hingga perkembangan terbaru yang tidak mungkin dibicarakan di forum-2 dunia maya. Kalau diceritakan kembali, dari empat jam materi pembicaraan, mungkin tinggal 10 menit saja karena digunting sensor sumber berita yg selalu mengatakan „yang ini off-the-record lho". Kalo para Bapak ada cerita yang perlu disensor, beda dengan cerita-cerita para Ibu2 yang lebih banyak ber-ha ha..hi..hi.. sambil ngawasin anak he..he..he..Shahibul Ba'it sepertinya sudah terpengaruh dengan budaya betawi tentang definisi „BERKAT" yang diartikan sebagai „yang dibeBER diangKAT", maka masing-2 pelaku kejadian membawa pulang gembolan kelima menu tersebut di atas kecuali duren (krn sdh habis tandas), beserta dengan pesanan kaos smasa yang telah diikat dg tali rafia beserta nama pemesan (rapi sekali dan saya yakin pasti repot untuk mengaturnya). Pokoknya wisata kuliner kali ini bener-bener puas banget.
|